configuration load balancing web server Apache with Mod_Proxy (Domain)

Hai semuanya, kembali lagi dengan saya, Melanjutkan materi sebelumnya yang membahas "Konfigurasi load balance apache menggunakan pound", dan pada post ini saya akan membahas bagaimana cara konfigurasi load balance web server menggunakan Mod Proxy.


Apa itu load balance?
Load adalah teknik untuk membagi beban trafik ke dua jalur koneksi secara seimbang, dan ini berfungsi agar trafik berjalan optimal dan tidak overload.
jadi, initnya adalah load balance membagi 2 jalur koneksi agar terhindar dari over load.

dan untuk load balance di web server itu, jadi membagi trafik server ke beberapa member balance yang sudah di konfigurasi.
agar web yang banyak dikunjungi tidak down.

disini saya menggunakan Mod proxy, Mod proxy secara default sudah terinstall dengan Apache, jadi tidak perlu instalasi mod proxy nya.

Langsung saja ke tahap konfigurasi nya.

TOPOLOGI
Topologi yang digunakan pada kali ini seperti gambar dibawah.

Server Load balance : 192.168.43.50/24
Web 1 : 192.168.43.51/24
Web 2 : 192.168.43.52/24

KONFIGURASI SERVER LOAD BALANCE
Pada post ini semua server sudah harus terinstall Apache web server, jika belum terinstall silahkan mengikuti post sebelumnya yang berjudul "Install & Konfigurasi Apache CentOS7".

1.Membuat file konfigurasi load balance
Pada tahap awal ini, yang dilakukan adalah membuat file konfigurasi Load Balance nya, untuk membuat file nya bisa menggunakan perintah

nano /etc/httpd/conf.d/lbwahid.conf

1.2 Membuat file konfigurasi Load balance
Setelah tadi mengetikkan perintah untuk membuat file nya, langkah selanjutnya adalah mengisi file nya dengan syntax konfigurasi nya, Untuk script/syntax nya seperti gambar dibawah.


Penjelasan Script pada gambar diatas :
- ProxyRequests off : adalah untuk menonaktifkan fitur default proxy dari mod_proxy.so
- <Proxy balancer://balancewahid > : untuk mengidentifikasikan load balance nya, pada post ini saya menggunakan nama "balancewahid", itu sebagai nama balancer nya dan itu bisa diubah.
- BalancerMember : adalah member yang tergabung dalam balancer nya
- ProxySet lbmethod=byrequest : adalah Method dari loadbalance itu sendiri, dan disini saya menggunakan "byrequests", maksud dari byrequest adalah request untuk mengakses dari web nya, jika pertama kali mengakses ke web , maka akan di tujukan ke server web1, dan jika ingin mengakses kembali maka akan di tujukan ke server web2.
- <Location /balancer-manager> : lokasi untuk balancer manager nya/digunakan untuk melihat statistik dari load balance.
- ProxyPass : adalah script yang berfungsi untuk kemana proxy bisa mengakses, dan pada script gambar diatas dibolehkan proxy mengakses ke "/balancer-manager" & "/" dari balance://balancewahid/.

2.Restart httpd
Setelah selesai konfigurasi file lbwahid.conf , untuk mengaplikasikan didalam server diperlukan restart service httpd nya, maka dari itu harus restart , untuk restart service httpd bisa menggunakan perintah.


systemctl restart httpd

3.Mengedit File Forward
Karena disini menggunakan server backend yaitu web1.wahidayam.net dan web2.wahidayam.net.
Jadi harus ditambahkan terlebih dahulu di file forward domain, agar bisa diakses.


KONFIGURASI SERVER BACKEND (web1.wahidayam.net)
Setelah Sudah selesai mengkonfigurasi server Frontend/Load Balance nya, sekarang yang harus dilakukan adalah melakukan konfigurasi di server Backend nya.
Untuk Konfigurasi Server Backend nya hanya menginstall httpd dan Memberi tampilannya.
Untuk proses Instalasi sampai konfigurasi httpd, bisa menuju ke post sebelumnya yang berjudul "Install dan KOnfigurasi HTTPD". Jika sudah selesai menginstall dan mengkonfigurasi httpd nya, selanjutnya adalah hanya menambahkan tampilan kedalam web nya.

1.Membuat file Index.html
Disini saya hanya akan menunjukkan membuat file indexnya, jadi file index ini adalah file yang akan langsung dituju jika mengakses domain www.wahidayam.net.
Untuk membuat file nya bisa menggunakan perintah

nano /var/www/html/index.html

1.1 Membuat file Index.html
Setelah tadi sudah mengetik perintah diatas, selanjutnya adalah mengisi sytax kedalam file html tersebut, sebagai contoh saya mengisi seperti gambar dibawah.

2.Restart service httpd
Setelah tadi selesai membuat file index.html , sekarang restart serivce httpd agar perubahan pada service httpd bisa digunakan/apply, untuk restart service bisa menggunakan perintah

systemctl restart httpd

3.Mencoba mengakses domain www.wahidayam.net
Setelah selesai mengkonfigurasi server Backend (web1), silahkan mengakses domain yang ada di server Frontend/Load balance yaitu "www.wahidayam.net".
Dan jika sudah diakses melalui browser maka tampilannya akan menuju ke halaman index Backend (web1).

4.Mencoba mengakses Balancer-Manager
Sekarang coba akses balancer-manager nya, dan hasilnya akan seperti gambar dibawah.
Disitu akan terlihat status dari server yang berjalan, karena disini baru mengaktifkan web1, jadi status nya "init OK", dan untuk web2 nya (Init err).

KONFIGURASI SERVER BACKEND (web2.wahidayam.net)
Sama seperti Konfigurasi pada server backend (web1), pada web2 pun juga harus terinstall service httpd, untuk instalasi & konfigurasi nya sudah saya sediakan link diatas.

1.Membuat file index.html
Sama seperti sebelumnya, pada server web2 ini juga diharuskan untuk membuat file index.html juga, untuk membuatnya bisa menggunakan perintah

nano /var/www/html/index.html

1.1 Membuat file index.html
Setelah mengetikkan perintah diatas, langkah selanjutnya adalah mengisi file index.html dengan syntax seperti gambar dibawah, gambar dibawah hanya untuk contoh saja.

2.Restart service httpd
Setelah sudah selesai membuat file index.html, lakukan restart service httpd, untuk restart menggunakan perintah

systemctl restart httpd

3.Mencoba mengakses domain www.wahidayam.net
Setelah itu, coba kembali akses domain www.wahidayam.net, maka hasilnya akan terforward ke tampilan index web2.

4.Mencoba mengakses Balancer-Manager
Sekarang coba akses balancer-managernya, adakah perubahannya dari sebelumnya?
ada, yaitu status di web2, web 2 sudah aktif.

Jadi kesimpulan pada tutorial diatas adalah membagi beban traffict kedalam 2 server tersebut, dan selama ini yang berfikir kalau hanya mengakses ke 1 server ternyata salah, itu hanya server controller nya saja, karena masih ada server backend nya.
Untuk itu tutorial diatas sangat berguna sekali, karena dapat mengurangi resiko overload pada server.

Lalu bagaimana jika semua server Backend nya di nonaktifkan?

Jika Server Backend dinonaktifkan, tampilan akan seperti gambar dibawah.

Mungkin cukup sekian post kali ini, terimakasih jika sudah membaca semua penjelasan diatas, jika dirasa memang ada kekurangan pada post ini mohon di maafkan/bisa contact penulis.
Baiklah, jangan lupa visit terus blog ini, dan bagikan keteman kalian, Tetap ngoprek dan jangan lupa istirahat yang cukup.

Oke Jaaaaaa

Silahkan Sobat Berkomentar bebas dan Sopan , dan sesuai dengan artikel diatas.
saya berterima kasih karena sobat tidak menyertakan Link / iklan DSB.
Terima kasih

Post a Comment (0)
Previous Post Next Post